Gagal Adzankan Jenazah Ibunya, Tangis Putra Jane Shalimar Pecah Hingga Duduk Bersimpuh: Mimpi-mimpi


Jane Shalimar meninggal dunia disela menjalani perawatan di rumah sakit, Minggu (4/7/2021) pagi.

Saat mengembuskan napas terakhirnya di usia 41 tahun, Jane Shalimar meninggalkan seorang anak bernama Muhammad Zarno.

Zarno adalah buah pernikahan pertama almarhumah Jane Shalimar dan Vebryanto Indra.

Ketika pemakaman, putra Jane Shalimar, Muhammad Zarno tampak mengantarkan jenazah sang mama.

Bahkan Muhammad Zarno sempat akan mengadzankan jenazah sang ibunda.

Zarno tak kuasa menahan air mata saat peti jenazah Jane sudah masuk liang lahat.

Alhasil tugas untuk mengadzankan dilakukan oleh pemuka agama setempat di areal TPU.

Padahal Zarno sudah sangat siap untuk turun mengadzankan Jane Shalimar dengan memakai APD lengkap.

Muhammad Zarno pun tak kuasa menahan kesedihannya saat mengantar sang ibu ke peristirahatan terakhir.

Terlihat jelas dalam raut wajah Zarno, ia berusaha ikhlas melepas kepergian Jane Shalimar untuk selamanya.

Salah satu orang dekat Jane lantas mengungkapkan keinginan Jane Shalimar yang belum bisa terwujud.

Ia menyebut, Jane ingin putranya bisa masuk ke akademi kepolisian.

"Keinginannya, Ano (Zarno) bisa masuk Akabri atau kepolisian, keinginan dia (harapan Jane)," ujar Risda Tobing.

Risda kemudian berharap Zarno bisa mewujudkan impian dari sang ibu nantinya.

"Mudah-mudahan Ano bisa mencapai mewujudkan mimpi-mimpi ibunya aamiin," kata Risda.

Paman Jane Shalimar marah

Paman Jane Shalimar mengaku sempat memarahinya karena sering melepas masker oksigen.

Hal itu dilakukannya agar Jane Shalimar mau konsisten menggunakan masker oksigen demi kebaikannya.

"Saya sempat marahin dia karena masker oksigennya sering dibuka," katanya.

"Jangan, Nak, itu yang bisa nolong kamu, karena kamu sesek," sambungnya.

Menurutnya, ia mengungkapkan kalau Jane memang sejak dulu mempunyai penyakit bawaan asma.

Penyakit bawaannya makin parah saat Jane Shalimar dinyatakan positif Covid-19.

Walaupun keadaannya sempat membaik, dan dikatakan saturasi oksigen sudah naik, tiba-tiba Jane Shalimar kembali memburuk kondisinya.

Lebih lanjut, sang paman juga menceritakan kalau keponakannya itu sempat melebarkan tangannya.

Bak jadi momen terakhir, Paman Jane Shalimar menyesal tak melakukan keinginan keponakannya.

"Terakhir itu dia lebarkan tangannya, dia mau peluk saya," tuturnya.

"Saya bilang 'Uncle ini sepuluh hari yang lalu habis flu berat, jangan nak, saya bilang," sambungnya.

Dia mengatakan datang ke rumah sakit hanya untuk melihat kondisi Jane saat itu seperti apa.

"Dia lebarkan tangan terus itu yang sampai sekarang mengganjal," ucapnya, sembari menunjuk ke bagian dada

"Karena dia mau peluk saya tapi 'jangan nak' saya bilang," sambungnya.

Akhirnya, mereka pun memutuskan foto bersama, pamannya merangkul Jane dengan jarak karena protokol kesehatan.

"Itu yang terakhir, yang saya sesalkan, dia mau peluk saya," ujarnya.

Sumber: palembang.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel