Tak Bisa Lagi Bendung Air Matanya, Kakek Nenek Betran Peto Menangis Lihat Video yang Disiapkan Ayah Kandung Onyo, Ungkit Sikap Ruben


Terekam momen kakek nenek Betrand Peto menangis saat melihat video yang disiapkan oleh ayah kandung Onyo, Ferdi Peto.

Rekaman tangis kakek nenek Betrand Peto pecah itu tatkata melihat penampilan sang cucu di dalam sebuah video. 

Nama Ruben Onsu berulang kali dibicarakan setelah menonton video tersebut.

Seperti diketahui, belakangan ini Onyo sedang disoroti karena pernyataan dan sikap ke orang tua.

Tak sedikit yang menyebut Betrand Peto sosok anak durhaka kepada orang tuanya.


Betrand Peto memang sempat memperbincangkan masa lalu kelamnya saat dibesarkan orang tua.

Tak sedikit Betrand menyinggung sikap tak adil orang tua kepada dirinya.

Saat itu juga Betrand Peto merasa begitu bahagia ketika diangkat anak oleh Ruben Onsu.

Apalagi kini sosoknya menjadi sangat terkenal dan memiliki banyak fans.

Betrand Peto, sang cucu kesayangan, jarang bertemu Opa dan Oma di Manggarai, Nusa Tenggara Timur ( NTT ) bereaksi.

Betrand Peto kembali menyambung karyanya melalui lagu baru ‘ Deritaku ’ versi Korea.

Penampilan Onyo dari ujung kepala sampai ujung kaki memicu tangis bahagia pada Oma dan Opa di NTT.


Hal tersebut diungkapkan Ferdi Peto melalui kanal youtubenya sendiri dalam video vlog berjudul ‘Air mata kebahagiaan OPA OMA melihat penampilan cucu mereka’ tayangan Senin (24/5/2021) tangis haru kakek dan nenek Onyo pecah tak tertahan.

Opa dan Oma bahagia sebab cucu tercintanya selalu menorehkan prestasi terbaik di Jakarta.

“Seperti yang temen-temen lihat Opa Oma meneteskan air mata melihat penampilan dari cucu mereka dengan lagu Deritaku versi baru.

Itu merupakan air mata kebahagiaan dan keharuan. Mereka bangga melihat cucunya saat ini berkembang begitu pesat dalam rentang waktu 2 tahun.

Cucu mereka sudah berubah luar biasa baik dalam bentuk fisik maupun segi kemampuan seni tarik suara.

Tentunya ini berkat kerja keras pak Ruben sekeluarga atau The Onsu Family, “ ungkap Ferdi Peto.

Lagu Deritaku ciptaan Ferdi Peto akhirnya dikenal oleh lebih banyak orang bahkan telah mendunia.

Maka dalam hal ini ayah kandung Betrand Peto mengucapkan banyak terima kasih atas jasa dari Ruben Onsu yang sudah sangat baik.

Jasa Ruben Onsu diungkit, soal biaya pun disentil Ferdi Peto, dia tak memungkiri bahwasannya Ruben Onsu sudah membantunya semaksimal mungkin.

Mulai dari tenaga sampai materi untuk satu buah lagu Deritaku karya Ferdi Peto.

“Saya mengucapkan terima kasih yang berlimpah kepada Pak Ruben dan The Onsu Family.

Harapannya semoga berkat Tuhan akan selalu melimpahi keluarga Pak Ruben, “ katanya.


Sebagai anak asuh, rupanya masa berlakunya untuk Ruben Onsu dan Sarwendah tinggal setahun lagi.

Keadaan ini membuat Betrand Peto cemas akan nasibnya nanti.

Diketahui, Betrand Peto beberapa pada 14 Maret 2021 telah genap berusia 16 tahun.

Saat bahagia itu, Betrand Peto justru sempat mengaku sedih.

Pada ulang tahunnya dirayakan live di program acara Brownis Trans TV, Betrand mengaku tidak ingin cepat dewasa.

"Ya bukannya enggak suka kalau ulang tahun. Cuman I (aku) enggak sukanya cepat dewasa. Udah bukan anak-anak lagi. Khawatir, " tutur Betrand Peto.


Betrand sendiri tidak secara gamblang mengungkapkan apa yang membuatnya khawatir.

Sementara itu, saat usia Betrand Peto sudah 16 tahun, itu artinya hak asuh Ruben Onsu hanya tersisa setahun.

Di usia Betrand Peto yang ke-18 nanti Ruben Onsu harus bersiap kehilangan sang putra secara hukum.

Di kanal Deddy Corbuzier, Ruben menjelaskan jika dia bukan mengangkat Betrand Peto sebagai anak.

Saat ini dia hanya memiliki hak asuh Betrand.

"Di mana nanti di usia dia 17, ketika dia mau pilih stay dengan gue, gue harus sidang lagi," kata Ruben Onsu.

Suami Sarwendah itu menjelaskan, saat ini status Betrand Peto di keluarganya adalah anak asuh, bukan anak angkat.

“Anak angkat dan hak asuh beda. Secara negara anak asuh," ujar Ruben Onsu.

Saat keputusannya bulat untuk mengadopsi, Ruben Onsu mengundang orang tua kandung Betrand Peto ke Jakarta.

Bahkan ia juga melakukan proses ritual adat untuk yang dilakukan ditempatnya sebelum mengajukan proses adopsi ke pengadilan.

Penulis: Frida Anjani / SURYAMALANG.COM

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel