Bikin Warganet Bercucuran Air Mata, Hafizah Buta ini Mencari-cari Syekh Ali Jaber karena Tak Jadi Juri Lagi, Para Juri Pun Langsung Terharu


Meski telah meninggal dunia, sosok Syekh Ali Jaber masih dikenang banyak orang sampai saat ini.

Ulama dan pendakwah Indonesia Syekh Ali Jaber meninggal dunia, Kamis (14/1/2021) pagi.

Dikutip dari laman Yayasan Ali Jaber Indonesia, Ulama kelahiran Madinah, 3 Februari 1976 ini memiliki nama lengkap Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber.

Di usia yang masih sangat muda, yaitu 11 tahun, Syekh Ali Jaber telah hafal 30 juz Al Quran dan mulai berdakwah di masjid-masjid.

Hal ini tak lepas dari peran ayahnya yang selalu memotivasi untuk belajar ilmu agama dan Al Quran.

Kini, banyak orang kehilangan, khususnya para santri penghafal alquran di tanah air. 

Kenangannya semakin dalam karena selama ini Syekh Ali Jaber menjadi juri tetap di acara favorit pemirsa Tanah Air itu.

Salah satu momen mengharukan adalah ketika seorang hafizah Tunanetra bernama Aira ini mencari Syekh Ali Jaber di acara Hafiz Indonesia.

Hafiz Indonesia baru saja dimulai pada Senin, 12 April 2021.

Acara ini sudah digelar sejak 2013 silam dan kini telah memasukki musim ke-9.

Para penghafal Alquran pun kini tengah bertanding di acara Hafiz Indonesia yang ditayangkan melalui stasiun televisi RCTI.

Acara yang dipandu oleh Irfan Hakim ini juga menghadirkan para juri terbaik untuk membimbing anak-anak cerdas penghapal Alquran.

Adapun para juri tersebut yakni Nabila Abdul Rahim Bayan, Amir Faishol Fath dan Syekh Ahmad Al Misry.

Hal berbeda terlihat di acara Hafiz Indonesia 2021.

Yakni tanpa kehadiran sosok ulama aasl Madinah yakni Syekh Ali Jaber.

Diketahui jika Syekh Ali Jaber telah menghadap sang Ilahi pada 14 Januari 2021 lalu.

Kini tiga bulan sudah Syekh Ali Jaber meninggalkan keluarga hingga jemaah yang mencintainya.

Kenangan akan sosok Syekh Ali Jaber pun akan terus melekat di hati pemirsa setia Hafiz Indonesia.

Kini, canda dan tawa Syekh Ali Jaber tak lagi dapat menghiasai layar kaca RCTI sepanjang bulan Ramadhan.

Hal ini pula lah yang dirasakan oleh salah seorang peserta Hafiz Indonesia yang bernama Aira yang berasal dari Karawang.

Saat itu, Ustaz Amir Faishol Fath memberikan pesan mendalam terhadap Aira, dikutip dari Sripoku.com.

Diketahui jika Aira memiliki keterbatasan dalam penglihatan, namun ia mampu untuk menghafal Alquran melebihi anak normal pada umumnya.

"Aira, hiasi suaramu dengan Alquran, Allah menjaga pandanganmu dari maksiat," ungkap Ustaz Amir Faishol Fath.

"Aira, Abi Amir ingat, Syekh Ali pada waktu beliau masih hidup, Syekh Ali sangat perhatian pada anak-anak penghafal Qur'an seperti kamu," lanjutnya.

"Syekh Ali keliling dunia membawa Alquran untuk orang-orang seperti kamu, hanya untuk membantu mereka yang tidak bisa melihat," tambah Ustaz Amir Faishol Fath.

"Sampai-sampai Syekh Ali merancang bersama temannya sebuah Qur'an namanya mushaf tunanetra, dan Syekh Ali sendiri keliling berbagi kepada mereka dengan cara cuma-cuma," jelasnya.

"Tadi Abi Amir menangis melihat kamu mencari Syekh Ali, seandainya Syekh Ali masih hidup, dia bisa bahagia melihat kamu, Insya Allah nanti engkaulah yang menyambut Syekh Ali, Syekh Al-Misry, kak Nabila, kak Irfan, Abi Amir dengan mahkota di surga," tutur Ustaz Amir Faishol Fath.

"Karena engkau mencintai kebaikan, kau mencintai orang-orang baik, kau mencintai ahlul Qur'an dan kau sendiri menghafal Qur'an," tambahnya.

 

Kisah pilu datang dari Aira yang diketahui jika ibunya sudah tiada di usianya yang baru 2 tahun.

Sepeninggal ibunya, Aira pun tinggal bersama kakek dan neneknya.

Pemilik nama lengkap Aira Aprilia ini terlahir dengan tunanetra.

Kendati terlahir dengan keterbatasan, Aira masih memiliki semangat yang tinggi untuk hidup.

Bahkan ia sangat mencintai Alquran.

Sejak kecil Aira menghadapi kehidupan yang tidak mudah.

Aira ditinggal oleh ayahnya sejak umur 2 tahun dan saat itu juga ibunya pun meninggal dunia.

Sejak saat itu Aira hidup tanpa adanya keberadaan orangtua di sisinya.

Maka Aira pun diasuh oleh nenek dan kakeknya.

Namun, saat berusia 8 tahun neneknya pun meninggal.

Kakek Aira pun berinisiatif untuk menitipkan Aira di Pondok Pesantren Taqwinuluma untuk kehidupan Aira yang lebih baik.

Aira juga dibimbing oleh gurunya yang juga tunanetra bernama Ustaz Ismail.

Ia sangat menyayangi Aira seperti anaknya sendiri.

"Insya Allah mudah-mudahan menjadi hafidzah yang hafal Qur'an, mendapatkan ilmu yang bermanfaat," ungakp Ustaz Ismail mendoakan Aira.

Kemampuan Aira dalam menghafal Alquran merupakan mukjizat dari Allah Subhanahuwata'ala.

Air pun tidak menyia-nyiakan kemampuannya itu.

Semangat Aira tidak padam walau ada keterbatasan fisik, Aira tetap giat untuk menghafal lantunan-lantunan Qur'an demi syi'ar Islam dan amal sholeh kepada orangtuanya.

Sumber: hits.grid 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel