Sudah Koar-koar Punya Harta Segunung Tak Habis 10 Turunan, Ternyata Perusahaan Tambang Mendiang Suami Jennifer Jill Sudah Bangkrut Hingga Ditendang dari Bursa Saham


Sudah seminggu ini, publik menyoroti kasus narkoba yang melilit selebriti Jennifer Jill. 

Ya, seperti sudah kita ketahui, istri aktor sinetron Ajun Perwira itu diamankan polisi pada Selasa (16/2/2021) karena dugaan penyalahgunaan narkoba.

Jennifer Jill diamankan di kawasan Perumahan Ancol, Jakarta Utara.

Setelah melakukan tes urine, Jennifer Jill dinyatakan negatif narkoba.

Namun, sosialita tersebut tetap menyandang status sebagai tersangka karena kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu.

Sebelum dinikahi Ajun Perwira, Jennifer Jill diketahui memiliki suami bernama Max Armand atau Maxwell Armand.

Max Armand mewariskan kekayaan berlimpah kepada Jennifer Jill dan anak-anaknya.

Bukan orang sembarangan, Max Armand ternyata mantan pembalap gokart nasional.

Tak hanya itu, ia juga membiliki 3 bisnis raksasa yang kini dikelola oleh Jennifer Jill dan anak-anaknya.

Sosok Max Armand juga cukup tersohor di dunia otomotif Tanah Air.

Ia dikenal sebagai salah satu orang yang berjasa dalam pembangunan Sirkuit Internasional Sentul.

Darah pembalap pada dirinya kemudian diwariskan kepada sang anak, Philo Paz Armand.

Tak banyak informasi yang beredar di media terkait sosok Max Armand, selain sejumlah bisnis rakasasa yang dikelolanya.

Tak heran dari kerja keras tersebut, Max Armand bisa memberikan harta warisan yang disebut tak habis hingga 10 turunan.

Berikut sosok Max Armand selengkapnya.


Biodata Max Armand

Maxwell Armand merupakan pembalap gokart nasional dan pemimpin banyak perusahaan, salah satunya adalah PT Asmina Koalindo Tuhup.

Max Armand meninggal dunia pada 20 Januari 2017 lalu.

Dari pernikahannya dengan Maxwell Armand, Jennifer Jill Supit dikarunai tiga orang putra.

Mereka adalah Philo Paz Armand, Jethro Jevo Armand, dan Abisya.

Philo Paz Patrick, adalah pembalap GP2 sekaligus kekasih artis Steffi Zamora.

Sementara putra keduanya, Jethro Jevo Armand, berprofesi sebagai pembalap gokart.

Sepertinya, Maxwell Armand begitu ingin menunjukkan dunia otomotif Indonesia kepada sang anak.

Sejak kecil Philo Paz selalu dibawa sang ayah tampil di arena balap.


Saat ini, anak sambung Ajun Perwira itu masih tetap menjalani karirnya di dunia balap.

Beberapa foto yang diunggah oleh Philo pun saat bersama sang ayah sering dipamerkannya.

Melalui Instagram pribadinya, Philo Paz Armand dengan bangga menyebut sang ayah adalah pahlawan hidupnya.

Bisnis Batu Bara, Tambang, dan Pesawat

Mantan suami Jennifer Jill tak hanya sukses di satu bisnis saja.

Selain moncer di dunia otomotif, ia juga memiliki ketertarikan untuk mengelola bisnis batu bara hingga pesawat terbang pribadi.

Tak sampai di situ, sumber uang Jennifer Jill semakin mengalir deras setelah ditinggali bisnis tambang oleh mendiang suaminya.

Diketahui, bisnis tambang tersebut kini dikelola Jennifer Jill dan anak-anaknya.


"Terus banyak kerja sama sama temannya yang banyak sekali berhubungan dengan tambang. Ada lah beberapa yang sudah dia tanam, anak-anak mulai (mengelola),” kata Jennifer Jill dikutip dari tayangan Hotman Paris Show beberapa waktu lalu.

Dalam tayangan itu pula, Jennifer mengiyakan bahwa kekayaannya tak habis 7 turunan bahkan 10 turunan.

Dengan kekayaan itu, tak heran Jennifer Jill dan Max Armand mampu membangun rumah senilai Rp 100 miliar. Bangunan rumah Jennifer diimpor secara langsung dari luar negeri seperti marmer hingga kaca anti peluru.

Listrik Rumah Rp98 Juta

Selain harga rumah yang terbilang fantastis, keperluan sehari-hari Jennifer juga tak luput dari sorotan. Salah satunya adalah biaya listrik yang dikeluarkannya selama satu bulan.

"Setahu gue dan memang gue tahu, untuk membangun ini rumah pakai empat mata uang, rupiahnya cuma untuk bayar pekerjanya. Dari Amerika, Poundsterling, Euro, sama Singapore," jelasnya pada Melaney Ricardo saat bertandang ke rumah mewahnya tersebut.

Ajun Perwira Tak Kecipratan

Meski kini sudah menikah lagi dengan berondong yang usianya terpaut jauh dengannya, Jennifer Jill sempat mengatakan ia melindungi harta warisan mendiang suaminya dari Ajun Perwira.

Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Boy William, Rabu (14/10/2020).


Menurutnya, semua harta yang dimilikinya sekarang merupakan peninggalan dari mendiang sang suami.

Sehingga, harta tersebut nantinya akan diberikan kepada keempat anaknya.

Oleh karena itu, Jennifer Jill tak berniat mencatatkan nama Ajun Perwira sebagai salah satu penerima warisan.

"Nggak. Halo ini punya suami gue, sorry bukan suami gue, almarhum suami ayahnya anak-anak," ungkap Jennifer.

"Jadi apapun itu, semuanya gue siapkan untuk anak-anak," jelasnya.

Seperti saat dirinya menjual salah satu properti milik mendiang suaminya belum lama ini.

Saat laku terjual, Jennifer Ipel pun membagi hasil penjualan kepada keempat anaknya.

Sayangnya, pada awal tahun 2020, PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk dinyatakan bangkrut hingga harus ditendang dari Bursa Efek Indonesia.

Ketika itu, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen perusahaan, kinerja keuangan 2018 justru “terjun bebas” dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Dalam keterbukaan informasi pada Selasa (11/2/2020), Borneo Lumbung Energi mencatatkan kerugian sebesar US$ 46,59 juta pada 2018, turun drastis dari perolehan laba bersih sebesar US$ 34,32 juta pada 2017.

Penurunan laba tersebut disebabkan berkurangnya secara drastis pendapatan bersih perusahaan dari US$ 241,7 juta menjadi US$52,7 juta.

Di sisi lain, jumlah kewajiban naik tipis dari US$1,7 miliar menjadi US$ 1,72 miliar. Sedangkan aset justru turun dari US$ 989 juta menjadi US$ 957 juta.

Kinerja nan tak moncer ini juga yang jadi pertimbangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (20/1) resmi menghapus pencatatan sham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN).

Perusahaan tambang terintegrasi itu dinyatakan delisting per Jumat (17/1) atau emiten pertama yang dihapus pencatatannya dari bursa pada tahun ini.

Pengumuman potensi delisting ini diikuti oleh pengumuman penghapusan pencatatan pada 10 hari kemudian. Menurut Bloomberg, transaksi terakhir saham BORN adalah pada 29 Juni 2015 dengan harga Rp 50 per saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis BEI, penghapusan saham BORN menyusul penghentian perdagangan saham (suspend) Borneo sejak 4 Mei 2015.

Penghentian perdagangan saham kembali diberlakukan di pasar negosisi pada 9 Mei 2019.

Alasan BEI menghapus pencatatan saham BORN adalah perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh terhadap kelangsungan usaha baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka.

Di luar itu, perusahaan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

sumber: fotokita.grid 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel