Menangis Akui Takut Meninggal, Uya Kuya Ungkap Kronologi Saat Terinfeksi Covid-19, Dokter Angkat Tangan!


Sudah bukan hal baru bila artis serba bisa Uya Kuya kerap melakukan aksi prank kepada teman-temannya.

Bahkan di acara-acara yang dipandunya, Uya Kuya kerap membuat heboh lantaran prank yang ia berikan kepada orang di sekitarnya.

Karena itu, aksi Uya Kuya pun kadang susah dibedakan mana yang serius dan mana yang bukan prank.

Namun kali ini Uya Kuya tak melakukan prank pada sebuah pengakuannya.

Dengan air mata yang jatuh, Uya Kuya lantas menceritakan kronologi ia dan sang istri, Astrid Kuya terinfeksi covid-19.

Diceritakan Uya Kuya, lantaran covid-19, ulang tahun putri pertamanya, Cinta Uya menjadi berantakan.


Bagaimana tidak, tak hanya Uya Kuya dan Astrid, satu per satu keluarga mereka pun terinfeksi virus tersebut.

Hal ini diungkap di kanal YouTube Uya Kuya Tv Minggu (14/2/2021).

Ternyata awalnya Uya Kuya dulu lah yang merasakan gejala terinveksi virus covid-19.

Uya Kuya mengalami demam.

Setelah itu satu per satu anggota keluarganya pun melakukan tes swab.

"Gue putuskan untuk gak syuting, karena udah feeling, demam, abis itu kita swab besoknya, keluar hasil, Astrid yang ngabarin, kita berdua positif," ungkap Uya Kuya.

Setelah dinyatakan postif, Uya bergegas lakukan CT Scan ke dokter paru, dan periksa darah.

Baik Uya dan Astrid pada awalnya memutuskan untuk isolasi mandiri di apartemennya.

Namun, kondisi Uya kian memburuk, demamnya semakin tinggi hampir 40 derajat celcius.

Sampai suatu ketika, Astrid mendapati suaminya dalam kondisi yang memprihatinkan.


"Pas dia keluar dari kamar tiba-tiba jatoh, dan manggil-manggil aku Astrid Astrid. Aku keluar dari kamar mandi dan pegang tangan mas Uya, terus aku liat dia muka pucat, bibir pucat, mata ke atas terus jatoh," beber Astrid.

Kala itu, suhu tubuh Uya sangat tinggi Astrid pun berinisiatif menghubungi dokter namun jam praktik sudah tutup.

"Keesokan paginya dokter datang, gue langsung diinfus, ternyata saturasi oksigen gue di bawah 90, dokter angkat tangan dan menyarankan agar dirawat di rumah sakit," kata Uya.

Di rumah sakit, Uya Kuya ditemani Astrid yang juga positif menjadi orang tanpa gejala (OTG).

Kondisi yang memburuk ternyata dipicu penyakit maag yang diderita Uya. Setiap makan yang masuk dimuntahkan.

Uya mengaku setiap hari menangis karena rasa sakit yang ditimbulkan akibat obat masuk ke dalam darah.

Selama di rumah sakit, dalam waktu berdekatan asisten Uya Kuya dua orang juga terinfeksi Covid-19.

"Cinta dan Nino tinggal berdua, anak sekecil itu tinggal tanpa orangtua, kita gak bisa dihubungin, gak bisa pegang handphone dan Astrid fokus ke gue," kenang Uya.

Dalam proses pemulihan itu, Uya mendengar kabar Nino alami demam, ternyata memang positif.

Cinta pun harus pindah, sementara Nino isolasi mandiri.

Setelah kabar itu, Uya mengaku terus menangis. Ini karena ia teringat ulang tahun putri sulungnya, Cinta ke 17 tahun.

"Anak putri, anak kesayangan ulang tahun ke 17, udah menyiapkan kado buat dia, surprise buat dia, tapi semuanya berantakan, itu yang ngebuat gue nangis tiap hari ngebayangin tanggal 2 Februari ultah Cinta, dia gak ada keluarga gak ada orang tua," cerita Uya sambil nangis.

Ia pun merasakan ketakutan yang sangat besar kala itu karena kondisi terus menurun akibat memikirkan Cinta.

"Gue takut gue meninggal, gue takut," ucap Uya.

Namun bak keajaiban, jelang hari ulang tahun Cinta, Astrid nyatanya dinyatakan negatif.

Akhirnya Astrid pun menemani Cinta merayakan ulang tahun di apartemen mereka.


Namun setelah dilakukan swab lagi, ternyata Astrid kembali positif Covid-19.

Lebih lanjut, Uya Kuya pun mengungkap keinginan Cinta saat ulang tahunnya.

Permintaan Cinta saat ulang tahunnya ia ingin ke salah satu restoran cepat saji bersama dua temannya.

Sebelum pergi, kedua temannya diswab atas permintaan Uya Kuya yang biayanya juga ditanggungnya.

Dibalik musibah yang dialami keluarganya, Uya memuji ketangguhan Cinta sbagai seorang anak mampu melewati ujian ini. Sampai pada akhirnya Uya dan seluruh anggota keluarga beserta asisten rumah tangga dinyatakan negatif Covid-19.

"Jangan main-main, jangan becanda sama penyakit ini. Covid ini berbahaya efeknya gila sampai sekarang masih suka ngos-ngosan, solat masih gemeteran," tukas Uya.

Mereka pun berpesan dan mengingatkan pada masyarakat untuk berhati-hati dengan virus corona. Serta mengingatkan pentingnya untuk tetap menggunakan masker.


sumber: palembang.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel