Sebelum Meninggal, Syekh Ali Jaber Sempat Curhat Hal Ini ke Ustadz Abdul Somad: Saya Tak Ingin Larut

 

Meninggalnya Syekh Ali Jaber menyisakan cerita tersendiri bagi Ustadz Abdul Somad atau UAS.

Ulama kondang Ustadz Abdul Somad turut merasa kehilangan akan berpulangnya Syekh Ali Jaber pada Kamis (14/1/2021).

Ustadz Abdul Somad pun membagian momen pertemuannya dengan Syekh Ali Jaber.

Melalui akun instagramnya Ustadz Abdul Somad bercerita tentang momen-momen dirinya dengan Syekh Ali Jaber ini.


Ustadz Abdul Somad mengunggah beberapa foto momen terakhirnya bersama Syekh Ali Jaber.


Pada foto tersebut tampak Syekh Ali Jaber dan Ustadz Abdul Somad baru saja selesai berdakwah.


Sykeh Ali Jaber dan Usataz Abdul Somad terlihat tersenyum bahagia.


Selain itu ada juga momen Syekh Ali Jaber dan Ustadz Abdul Somad sedang menyantap makanan.


Bersama dua orang yang lain, Syekh Ali Jaber dan Ustadz Abdul Somad menikmati hidangan yang disajikan.


Terakhir ada foto Syekh Ali Jaber dan Ustadz Abdul Somad bersama sebuah kelurga.

Syekh Ali Jaber tampak memegang pundak anak yang ada di depannya.


Sedangkan Ustadz Abdul Somad tertawa lebar menunjukkan kebahagiaan yang dirasakannya.


Pada unggahan tersebut, Ustadz Somad juga menuliskan caption.


Ternyata Ustadz Abdul Somad menceritakan momen terakhirnya bersama Syekh Ali Jaber pada malam pergantian tahun.


Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan bahwa ia bersama Syekh Ali Jaber makan di rumah seorang jamaah.


Tak hanya itu saja, Ustadz Abdul Somad membeberkan kejadian beberapa orang yang meneleponnya untuk memberikan kritik.


Ustadz Abdul Somad tak mau menggangas orang-orang tersebut demi menjaga suasana.


Selain itu, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa ia dipersilakan oleh Syekh Ali Jaber untuk memimpin salat.


"Selesai tausiyah untuk malam tahun baru.


Kami makan di rumah jamaah.


Dari masjid menuju rumah jamaah, beliau curhat, "Ada beberapa orang yang nelpon saya. Komplen. Why saya ngucapkan ta'ziyah untuk enam syuhada '."


"Saya alihkan ke cerita lain."


"Saya tak ingin kami larut dalam Kemarahan. Jarang-jarang jumpa. Saya ingin santai, duduk dengan orang berilmu.


Saat akan shalat, beliau persilahkan saya jadi imam sambil berkata, "Min ahlil-'ilmi", saya jawab, "min ahlil-Qur'an", beliau pun maju.


Pertemuan itu singkat


Tapi padat manfaat


Satu majelis ilmu


Satu majelis shalat berjamaah


Satu majelis makan bersama orang-orang sholih


Aku ingin satu majelis bersamamu di surga wahai Syaikh Ali Jabir


Bersama Rasulullah Saw"


Putra Sulung Syekh Ali Jaber Bongkar Pesan Terakhir sang Ayah


Putra sulung pendakwah Syekh Ali Jaber, Al Hasan Ali Jaber mengungkapkan wasiat terakhir sang ayah.


Dengan lunglai, Hasan menyebutkan dirinya sudah tak bertemu sang ayah selama kurang lebih dua minggu.


Namun, ia sempat berbincang dengan Syekh Ali Jaber sebelum akhirnya sang ulama meninggal dunia pada Kamis (14/1/2021).


Ditemui di rumah duka di Lombok, Nusa Ternggara Barat, Hasan tampak duduk di muka rumah bersama pelayat lainnya.


Pemuda 20 tahun tersebut masih tenang menjawab pertanyaan yang diajukan awak media.


Melalui tayangan langsung di kanal SUARANTBcom, Hasan menyebutkan bahwa dirinya telah lama tak berjumpa dengan sang ayah.


"Terakhir itu sebelum masuk rumah sakit, kurang lebih dua minggu di rumah sakit," kata Hasan.


"Dia sebelum ke rumah sakit itu ketemu, dia udah positif (Covid-19) diambil ke rumah sakit, habis itu enggak pernah ketemu lagi."


Hasan mengaku mengetahui kematian sang ayah pada sekitar pukul 10.00 WITA.


Ia pun membenarkan wasiat terakhir Syekh Ali Jaber yang ingin dimakamkan di Lombok.


Hasan mengaku sedang mengupayakan hal tersebut dan berharap tak ada kendala dalam persiapan tersebut.


"Iya, kita usahain, lagi diurus dulu, belum ada kabar," kata Hasan.


"Soalnya kan orang lagi repot juga di sana, lagi ngurus semua, tapi nanti kalau emang bisa enggak ada kendala apa-apa dimakamin di sini insyaAllah."


Sempat berkomunikasi dengan sang ayah, Hasan mengaku Syekh Ali Jaber telah memberikan pesan terakhir padanya.


Ia meminta agar Hasan menjaga sang ibu, Umi Nadia dan kedua adiknya.


Syekh Ali Jaber juga mengingatkan agar putra sulungnya tersebut selalu menjalankan salat.


Pasalnya, salat adalah pondasi untuk dapat mendirikan agama Islam secara kokoh.


"Jaga salat sama jaga mama," kata Hasan.


"Yang penting salat."


"Dia cuma pesannya yang penting jangan tinggalin salat, karena pondasi agama," lanjutnya.


Menurut Hasan, ia aktif berkomunikasi dengan sang ayah sebelum Syekh Ali Jaber dipindahkan ke ruang ICU.


Namun, setelah sang ulama masuk ke ruang khusus tersebut, komunikasi mereka terputus hingga hari kematiannya.


Hasan juga menyebutkan bahwa dirinya tak bisa menjenguk sang ayah lantaran ketentuan protokol kesehatan terkait status Syekh Ali Jaber yang positiv terpapar Virus Corona.


"Terakhir itu sebelum masuk ICU masih pegang hp beliau," kata Hasan.


"Setelah masuk ICU sudah enggak,"


"Enggak bisa (menjenguk), protokol," pungkasnya.

 (TribunWow.com) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel