Gisel Ketar-ketir Bila Penyidik Olah TKP Hotel Mewah di Medan, Fakta Baru Video Panas akan Terungkap


Setelah melakukan isolasi mandiri, penyanyi dan pemain film Gisella Anastasia kembali melakukan wajib lapor.

Gisella Anastasia mendatangi Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2021).

Gisella datang didampingi Sandy Arifin, pengacaranya.

"Setelah isolasi mandiri dan memastikan kesehatan dengan swab tes PCR kesekian kali dan hasilnya negatif, aku baru keluar rumah," kata Gisella Anastasia.

Wanita berusia 30 tahun itu berterima-kasih ke penyidik yang mengizinkannya menjalani isolasi mandiri hingga tidak bisa melakukan wajib lapor.

Ketika ditanyakan rencana penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara video mesumnya, Gisella Anastasia hanya bisa menghormati setiap proses hukum.

"Ikuti saja proses hukum yang ada aja," jelas Gisella Anastasia.

Ia belum tahu apakah akan dilibatkan penyidik dalam olah TKP di salah satu hotel mewah di Medan, Sumatera Utara.

"Ikuti saja," ujar Gisella Anastasia yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka pornografi bersama Michael Yukinobu.

Kasus video syur Gisella Anastasia alias Gisel dengan Michael Yukinobu de Fretes ( Nobu ) kini masih di dalami pihak kepolisian.


Tak cukup memeriksa mantan Istri Gading Marten dan Nobu, kepolisian juga mendatangi lokasi pembuatan video mesum yang sempat viral.

Hal ini rupanya ada rencana polisi melakukan olah tempat kejadian perkara atau olah TKP kasus video syur 19 detik Gisel dan Nobu itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebutkan, pihaknya bakal melakukan olah TKP kasus video syur 19 detik itu di Medan, Sumatera Utara.

Rencananya, Olah TKP tersebut dilakukan di hotel, tempat Gisel dan Nobu melakukan adegan suami istri.

Sebab, penyidik masih melengkapi berkas perkara kasus tersebut.

"Masih melengkapi berkas perkara yang lain karena olah TKP harus di Sumatera Utara, Medan sana. Masih kami kumpulkan dan lengkapi berkas perkara," ungkap Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (27/1/2020).

Lantas, apakah Gisel dan Nobu juga akan hadir di sana?

Yusri belum memastikan apakah Gisel dan Nobu bakal hadir saat olah TKP berlangsung.

Kans Gisel dan Nobu untuk kembali 'menjenguk' tempat mereka membuat video syur itu tergantung penyelidikan.

"Nanti lihat bagaimana penyidikan (Gisel-Nobu hadir,red)," katanya.

Lalu kapan olah TKP dilakukan?

Yusri mengatakan bahwa olah TKP kasus video syur Gisel dilakukan di Medan pada pekan depan.

"Mudah-mudahan minggu depan," katanya.

Menurut Yusri Yunus, TKP kasus video syur Gisel dan MYD dilakukan di salah satu hotel di Medan.

Akan tetapi, pihak kepolisian tidak menyebutkan nama hotel tersebut.

Sebelumnya, pada Senin (18/1/2021), Yusri menyebut, pihak kepolisian perlu berkoordinasi dengan Inafis karena lokasi pembuatan video berbeda daerah.

"Kami akan persiapkan olah TKP nanti, kami menunggu berkoordinasi dengan Inafis karena TKP-nya ada di Medan sana," ucap Yusri.

Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya masih melengkapi berkas kasus tersebut sebelum diserahkan ke kejaksaan.

Gisel dan Nobu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus video konten pornografi pada 29 Desember 2020.

Penetapan itu terjadi setelah keduanya mengakui sebagai orang di dalam video yang merebak di media sosial pada November 2020 itu.

Berdasarkan pengakuan keduanya, video tersebut dibuat di salah satu hotel di Medan pada 2017.

Gisel dan Nobu dikenakan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 8 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Keduanya terancam hukuman pidana penjara mulai dari 6 bulan hingga 12 tahun.

Kendati berstatus tersangka, baik Gisel maupun Nobu tidak ditahan oleh pihak kepolisian karena dinilai kooperatif.

"Pertimbangannya adalah yang pertama di Pasal 21 ayat 1 (KUHAP) memang bisa dilakukan penahanan bila dia (tersangka) menghilangkan barang bukti, melarikan diri, dan tak kooperatif. Pertimbangan penyidik GA dan MYD kooperatif, disimpulkan tidak dilakukan penahanan," ujar Yusri, Jumat (8/1/2021).

Pertimbangan lainnya, khusus untuk Gisel, yakni karena dia masih memiliki putri berusia 4 tahun yang dinilai masih membutuhkan bimbingan orangtua.

Maka, Gisel dan Nobu hanya dikenakan wajib lapor ke Polda Metro Jaya setiap Senin dan Kamis.

sumber: jambi.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel