Foto Kepala Arya Saloka Terluka Parah Muncul, Lawan Main Amanda di Ikatan Cinta Bikin Penasaran


Mendadak aktor Arya Saloka yang dikenal karena Sinetron Ikatan Cinta itu membagikan foto dengan kepala terluka parah.

Foto unggahan lawan main Amanda Manopo di Sinetron Ikatan Cinta itu menarik perhatian pemirsa televisi.

Beberapa justru menyinggung nama Aldebaran karakter yang dimainkan suami Putri Anne itu di Ikatan Cinta.

Lantas apakah ada kaitannya dengan adegan Ikatan Cinta?

Tentu saja bukan, adegan itu terdapat pada bagian film layar lebar Menunggu Pagi yang dibintangi Arya Saloka.

Dimana dalam adegan itu, Arya Saloka berperan sebagai Bayu baru saja babak belur dihajar geng tak ia kenal gara-gara ulah iseng teman-teman yang memakai dompetnya.

Di video itu bagian BTS dari Menunggu Pagi yang juga dibintangi Aurelie Moeremans.


Apakah postingan ini pertanda bahwa Arya Saloka bakal kembali ke layar lebar dalam waktu dekat?

Tunggu saja update kabar terbarunya!

Daftar film Arya Saloka

Aktor Arya Saloka tengah berada di puncak popularitas sejak membintangi sinetron Ikatan Cinta yang tayang di RCTI.

Tak sekedar di sinetron saja, Arya Saloka sebelumnya juga sempat bermain dalam beberapa judul film layar lebar.

Di antaranya yang kembali tenar saat ini yakni film Menunggu Pagi yang dibintanginya bareng Aurelie Moeremans.

Film Menunggu Pagi Arya Saloka tayang dulunya di Cinemas pada tahun 2018 lalu.

Film Menunggu Pagi sendiri disebut tayang kembali di NetFlix sejak 5 November 2020 lalu, dikutip dari Kompas.com.

Sekedar diketahui jika film Menunggu Pagi juga dibintangi sederet aktor ternama lain seperti Bio One, Mario Lawalata, Putri Marino, Ganindra Bimo dan masih banyak lagi.

Nah, selain film Menunggu Pagi yang kini tengah banyak dicari dan diminati berkat Arya Saloka.

Suami aktris Putri Anne ini pernah membintangi judul film terkenal lainnya lho !

Penasaran film apa saja yang sudah dibintangi Arya Saloka selain Menunggu Pagi? simak berikut ulasannya :

1. Malaikat Tanpa Sayap

Malaikat Tanpa Sayap merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada 9 Februari 2012 yang disutradarai oleh Rako Prijanto serta dibintangi oleh Adipati Dolken dan Maudy Ayunda.

Dalam film Malaikat Tanpa Sayap ini, Arya Saloka mengambil peran sebagai pemeran pendukung.

Vino (Adipati Dolken) tidak terlalu dekat dengan keluarga apalagi setelah papanya, Amir (Surya Saputra) bangkrut akibat ditipu rekan bisnisnya hingga mereka pindah dari perumahan elite ke rumah kontrakan di gang.

Mamanya, Mirna (Kinaryosih) justru kabur dari rumah, bahkan tega meninggalkan, Wina (Geccha Qheagaveta), putrinya yang berusia 5 tahun.

Suatu ketika Wina terjatuh di kamar mandi dan dari hasil rontgen Wina diharuskan menjalani operasi, kalau tidak kakinya infeksi dan harus diamputasi.

Wina membutuhkan transfusi darah karena pendarahan, sementara golongan darah Wina cukup langka; A rhesus negatif.

Vino yang mempunyai golongan darah yang sama, mengajukan diri.

Saat itulah, Calo (Agus Kuncoro) yang sedang mencari pendonor jantung mendengar hal itu menawari Vino untuk menjadi pendonor jantung karena ada resipien (calon penerima jantung) yang golongan darahnya sama dengan Vino.

Di rumah sakit itu pula Vino berkenalan dengan Mura (Maudy Ayunda).

Sejak Sejak itu Vino merasa hidupnya berwarna. Vino yang awalnya sempat putus asa hingga bertransaksi dengan Calo, mulai goyah.

Ia tidak mau mendonorkan jantungnya namun hal itu membuat CALO marah besar.

2. Night Bus

Night Bus merupakan film drama-aksi-seru Indonesia yang dirilis pada 6 April 2017 dan disutradarai oleh Emil Heradi.

Pada Festival Film Indonesia 2017 film ini mendapatkan 11 nominasi, dan berhasil memenangkan 6 penghargaan, termasuk Film Terbaik dan Aktor Terbaik untuk Teuku Rifnu Wikana.

Film ini mengisahkan tentang sebuah bus yang melaju menuju Sampar, sebuah kota yang terkenal kaya akan sumber daya alamnya dan dijaga ketat oleh sekelompok tentara yang siap siaga melawan para militan pemberontak yang menuntut kemerdekaan atas tanah kelahiran mereka.

Setiap penumpang bus ini memiliki tujuannya masing-masing.

Pada awalnya mereka berpikir bahwa ini akan menjadi perjalanan menuju daerah konflik seperti biasa, tetapi tanpa mereka sadari ada penyusup yang membawa pesan penting yang harus di sampaikan ke Sampar.

Pesan penting ini dapat mengakhiri konflik yang terjadi. Namun kehadiran penyusup ini membahayakan semua penumpang, karena dia dicari oleh kedua pihak yang tengah bertikai.

Situasi menjadi semakin menegangkan ketika semua orang harus memperjuangkan hidupnya di sela-sela desingan peluru.

Ditambah lagi, mereka juga harus menghadapi pihak lain yang justru tidak menginginkan konflik berakhir, yakni para kaum oportunis, pemelihara konflik karena mereka hidup dari konflik.

Tidak ada yang tahu, siapa yang akan mati dan siapa yang akan tetap hidup.

Selain Arya Saloka, film ini juga dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Yayu AW Unru, Edward Akbar, Hana Prinantina, Laksmi Notokusumo, Keinaya Messi Gusti dan masih banyak lainnya.

3. Menunggu Pagi

Berbeda dengan dua film sebelumya, di Menunggu Pagi ini Arya Saloka memerankan pemeran utama pria.

Film Menunggu Pagi dibintangi Arya Saloka ini tayang di bioskop pada tahun 2018 lalu.

Namun kini film ini bisa disaksikan kembali di NetFlix sejak 5 November lalu seiring popularitas Arya Saloka yang kain menanjak.

Arya Saloka sendiri memerankan karakter Bayu di Film Menunggu Pagi sebagai tokoh utama pria dalam ceritanya.

Selain itu, film Menunggu Pagi juga dibintangi aktor terkenal lainnya seperti Arya Vasco, Raka Hutchision, Bio One, Mario Lawalata, Putri Marino dan masih banyak lagi.

Mengutip dari Kompas.com, berikut ulasan sinopsis tentang film Menunggu Pagi yang dibintangi Arya Saloka dan Aurelie Moeremans.

Cerita berawal saat Bayu (Arya Saloka) diajak ketiga temannya, Rico (Arya Vasco), Kevin (Raka Hutchision), dan Adi (Bio One), menonton Djakarta Warehouse Project (DWP)


Tentu saja ia menolak karena selera musiknya memang berbeda dari ketiga temannya itu.

Daripada electronic music atau biasa disebut EDM, Bayu lebih tertarik pada musik klasik.

Ia bahkan mempunyai toko vinyl atau piringan hitam di kawasan Pasar Santa, Jakarta.

Kendati demikian, ketiga teman Bayu ini tak henti memaksanya untuk sesekali ikut merasakan keseruan pesta musik EDM.

Di satu sisi, Bayu tetap pada pendiriannya dan menolak ajakan teman-temannya.

Namun, tanpa diduga, kehadiran Sarah (Aurelie Moeremens) di tokonya seketika membuat Bayu goyah.

Sarah datang tepat sebelum acara DWP dimulai.

Perbincangan dengan Sarah membuat pandangan Bayu terhadap EDM berubah.

Bahkan Bayu tak menolak ajakan Sarah untuk menonton DWP.

Sayangnya, perjalanan menuju DWP bersama Sarah tak semulus yang dipikirkan Bayu.

Ia mulai menemukan hal-hal yang cukup mengesalkan dari Sarah dan teman-temannya.

Tak hanya itu, Bayu juga harus berhadapan dengan Martin (Mario Lawalatta), mantan pacar Sarah.

4. Habibie & Ainun 3

Habibie & Ainun 3 adalah film biografi percintaan Indonesia tahun 2019 yang disutradarai Hanung Bramantyo dan ditulis Ifan Ismail.

Film ini adalah kelanjutan dari Rudy Habibie (2016), prekuel dari Habibie & Ainun, sekaligus film ketiga dari seri Habibie & Ainun.

Apabila Rudy Habibie mengisahkan Habibie muda, maka Habibie & Ainun 3 mengisahkan Ainun muda.

Maudy Ayunda tampil sebagai pemeran utama, Reza Rahadian kembali membintangi film ini, dan Jefri Nichol bergabung sebagai pemeran baru dalam seri ini.

Film ini ditayangkan pada 19 Desember 2019 di Indonesia dan 26 Desember 2019 di Malaysia.

Film ini mendapatkan sambutan yang positif baik dari kalangan penonton maupun pengkritik.


Film Arya Saloka mana nih yang udah kalian tonton?

(TRIBUNSUMSEL.COM/Rika Agustia) 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel