Dikenal dengan Sosok Santun dan Baik Hati, Alasan Syekh Ali Jaber tak Pernah Marah Buat Syok Raffi Ahmad , Pedakwah Hanya Ucap Satu Kata: Pasrah


Meninggalnya Syekh Ali Jaber Kamis, (15/1/20) menjadi duka mendalam, pedakwah asal Madinah ini memiliki ciri khas saat berbicara.

Sosok Syekh Ali Jaber ini dikenal sangat santun dan baik hati dengan pembawaannya yang tenang dan menyejukkan.

Sebelum wafat, Syekh Ali Jaber sempat mengaku jika dirinya tak pernah marah bahkan ayah 3 anak ini mengaku jika dirinya selalu merasa tenang.

Ulama kondang ini hanya ucap satu kata alasannya hingga membuat Raffi Ahmad yang saat itu menjadi pembawa acara syok.

Hal tersebut terekam pada tayangan Okay Bos yang diunggah di YouTube Trans 7 OFFICIAL: Q&A Syekh Ali Jaber | OKAY BOS, yang diunggah pada 2 Oktober 2020.

Beberapa bulan sebelum Syekh Ali Jaber meninggal dunia, ia sempat menceritakan alasannya saat menjadi bintang tamu program acara Okay Bos.

"Ada satu hal mudah-mudahan bisa menambah wawasan terutama masalah takdir.

Kenapa saya tidak pernah suka marah bahkan selalu merasa tenang, saya selalu terhadap takdir pada orang yang pasrah," katanya.

Pasrah menjadi kunci utama Syekh Ali Jaber untuk mengendalikan diri dalam menjalani kehidupan.

Ia meyakini semua yang dia alami adalah takdir dari Allah SWT.

"Apa pun yang terjadi saya pasrah karena saya yakin itu dari Allah," ujarnya.

Kepada host Okay Bos, Raffi Ahmad, ia bahkan menganalogikan bentuk pasrah itu seperti jenazah orang yang sudah meninggal.

"Ibaratnya seperti orang mayat pasti mandikan, kira-kira orang mayat mau diapain yang sudah mati, bolak-balik kan ke kanan ke kiri diberdirikan didudukan.

Pernah enggak kira-kira pas orang dimandikan 'pas maaf di sini masih ada kotor, di sini tolong bersihin, ada enggak'," kata Syekh Ali Jaber.

Kemudian, suami Nagita Slavina pun merespons penjelasan sang ulama.

"Enggak," kata Raffi Ahmad sambil menggelengkan kepala.


Kemudian, Ali Jaber melanjutkan penjelasannya. Menurutnya, pasrah itu berarti ikhlas dan meyakini tidak ada keburukkan yang murni dari Allah

Ia menyebut, pasti ada kebaikan di balik keburukan tersebut.

"Karena mayit sudah mati. Menurut saya, pasrah itu seperti ibarat orang mati terhadap takdir.

Apa pun yang datang dari Allah kita harus tunjukkan ikhlas, ridho, dan yakini tidak ada murni buruk dari Allah pasti ada kebaikan di balik keburukan itu," kata Syekh Ali Jaber.

Kebaikan Syekh Ali Jaber

Walaupun kini Syekh Ali Jaber meninggal, tapi sosoknya tentu akan tetap selalu dikenang.

Dulu, pada Minggu (13/9/2020), ulama kondang Syekh Ali Jaber menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal di Masjid Falahudin, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.

Ketika itu, Syekh Ali Jaber yang sedang mengisi sebuah pengajian, ditusuk oleh pelaku bernama Alpin Andrian (AA).

Pelaku tersebut mengarahkan pisaunya ke arah yang berbahaya, yakni ke bagian leher dan dada Syekh Ali Jaber.

Beruntung, Syekh Ali Jaber sempat menghindar, jadi dia mengalami luka di bahu kanan.

Syekh Ali Jaber pun sempat dirawat akibat hal tersebut.

Namun, kebaikannya sudah terlihat pada saat penusukan itu.

Kala itu, Syekh Ali Jaber meminta jemaah untuk tidak memukuli pelaku.

Dia mengaku merasa kasihan.

"Saya kasihan (pelaku dipukuli). Saya katakan, 'sudah cukup, sudah, serahkan ke polisi'," kata Syekh Ali Jaber mengulangi perkataannya, saat ditemui usai pengajian di Rumah Hijrah Annaba, Sukarame.

Kebaikan Syekh Ali Jaber tak berhenti di situ.

Bahkan, saat persidangan yang digelar secara daring di PN Tanjung Karang, Kamis (26/11/2021) pun Syekh Ali Jaber memaafkan Alpin Andrian.

Ketika itu, Alpin Andrian (AA) meminta maaf terlebih dahulu kepada Syekh Ali Jaber.

"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Syekh Ali Jaber atas apa yang sudah saya lakukan," kata AA dalam persidangan, dikutip dari Kompas.com.

Setelah itu, Syekh Ali Jaber mengatakan, sudah hari pertama sejak kejadian dia memaafkan AA.

Bahkan, Syekh Ali Jaber pun bertanya mengenai kondisi dan keadaan kesehatan AA.

"Kamu baik-baik saja di sana? Tetap jaga kondisi ya," kata Ali Jaber.


Syekh Ali Jaber Wafat

Kini Syekh Ali Jaber wafat setelah beberapa waktu lalu dirawat karena Covid-19.

Namun, ia meninggal dalam kondisi negatif Covid-19.

Sebelum Yayasan Syekh Ali Jaber mengumumkan wafatnya dai kondang itu, netizen menyerbu Instagramnya.

Mereka menanyakan kabar Syekh Ali Jaber. Sebab kabar yang berhembus menyatakan Syekh Ali Jaber meninggal dunia.

@ihsnahmd__: Apa kabar syech ali jaber??

@ai.luvichi: Semoga berita itu salah

@umrialahmudin:
Tolong info min,bagaimana kondisi beliau...banyak tersebar berita simpang siur

@bangjapar.fi: Bang Admin, apa benar ? Syeh ..?

Tak lama, Yayasan Syekh Ali Jaber membenarkan kabar tersebut melalui Instagram mereka.

Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada Kamis, 14 Januari 2021 pukul 08.30 WIB.

"Bismillah, Walhamdulillah..

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا

Telah Wafat Guru kita, SYEKH ALI JABER (Ali Saleh Mohammed Ali Jaber)

Di RS Yarsi Hari ini, 14 Januari 2021
1 Jumadil Akhir 1442 H
Jam 08.30 WIB dalam keadaan Negatif Covid.

Kita ikhlaskan kepulangan beliau kepada Rabbnya.

Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ

Do'akan Syekh Ali ya..

_Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh_

Hormat Kami,
*Habib Abdurrahman Alhabsyi*
(Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber)"

sumber: suryamalang.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel